SEI TATAS, Gugus Depan 00837-00838 Raden Saleh menggelar peringatan Hari Pramuka ke-65 di halaman SMPN 1 Pulau Petak dihadiri semua peserta didik dan dewan guru pada Jumat pagi (14/8). Kepala SMPN 1 Pulau Petak, Abriansyah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka telah dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air.
Ditekankan bahwa Hari Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas. Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka diharapkan terus menjadi pedoman dalam menghadapi perubahan zaman.
Mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan,” pesan dari tema tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai aktivitas di Gudep 00837-00838 Raden Saleh, para peserta didik didorong memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan, keberanian mencoba, serta gagasan yang dapat dikembangkan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Pekan Lomba dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 sekaligus menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Dilaksanakan sejak 11 Agustus yang lalu, beragam perlombaan disiapkan untuk memberikan ruang kepada peserta didik dalam menunjukkan kemampuan, kreativitas, sportivitas, kerja sama, dan keberanian, meliputi Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), Rangking Satu, Yel-yel, Senam Anak Indonesia Hebat, melukis, vokal solo, sepak bola mini dan lomba kebersihan kelas. Selain itu, terdapat pula lomba yang selaras dengan semangat swasembada pangan, yakni memasak panganan tradisional berbahan dasar singkong atau ubi.
Lomba memasak panganan tradisional dari singkong atau ubi menjadi salah satu kegiatan yang memiliki makna khusus. Kegiatan tersebut memperkenalkan peserta didik pada potensi pangan lokal sekaligus menumbuhkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Hal ini sejalan dengan pesan Ketua Kwarnas bahwa pendidikan kepramukaan perlu menumbuhkan budaya produktif, kecintaan terhadap pertanian dan potensi lokal, kepedulian lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta semangat kewirausahaan sejak usia muda.
" Semangat inilah yang diharapkan dapat melahirkan generasi Pramuka yang tidak hanya aktif dan terampil, tetapi juga berkarakter, mandiri, produktif, mampu berinovasi, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara " harap Abriansyah.


