Jumat di SMPN 1 Pulau Petak: Menuju Sekolah Harati


 

 


SEI TATAS, Jumat 24 Juli 2026 di SMPN 1 Pulau Petak bukan sekadar akhir pekan sekolah, melainkan momentum krusial dalam membentuk karakter, kepedulian lingkungan, dan kesehatan seluruh warga sekolah. Melalui serangkaian program yang terintegrasi, sekolah berkomitmen menciptakan generasi yang HARATI yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kaya secara rohani, peduli sesama, dan sadar akan pentingnya kesehatan. HARATI merupakan akronim Hijau Alamku, Ramah Lingkunganku, Tinggi Prestasiku.


1. Siraman Rohani Melalui Pengajian Tiap Jumat



Mengawali hari dengan keberkahan, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul untuk melaksanakan kegiatan pengajian rutin setiap Jumat pagi. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Surat Yasin dan surat-surat pendek), serta pelaksanaan Shalat Dhuha berjamaah. Bagi siswa yang beragama Kristen juga melakukan kegiatan Rohani Kebaktian pagi yang dibimbing langsung oleh guru agama Kristen.

Melalui siraman rohani ini, SMPN 1 Pulau Petak berupaya memperkuat iman dan taqwa (IMTAQ) serta membentuk budi pekerti dan akhlak mulia yang menjadi fondasi utama karakter setiap siswa.


2. Jumat Bersih : Aksi Nyata Peduli Lingkungan




Setelah membekali diri dengan nilai-nilai spiritual, seluruh warga sekolah bergerak bersama dalam aksi nyata bertajuk "Jumat Bersih". Kegiatan ini difokuskan pada penataan dan pemeliharaan area sekolah agar tetap sehat, bersih, rindang, dan asri. Setiap siswa secara aktif membersihkan ruang kelas masing-masing, sementara tim lain merapikan fasilitas umum sekolah. 


Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen SMPN 1 Pulau Petak dalam menerapkan program Adiwiyata sejak dini.Semangat gotong royong menjadi motor penggerak utama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekolah. Seluruh komunitas sekolah—mulai dari kepala sekolah, guru, hingga siswa—bahu-bahu membahu tanpa sekat. 


Kegiatan gotong royong ini meliputi pembersihan saluran air, pemeliharaan tanaman bunga, penataan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dibawa siswa dari rumah, hingga partisipasi aktif dalam pengelolaan dan pemilahan sampah sekolah. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial tertanam kuat dalam diri siswa.


3. Makan Bergizi Bersama : Menjaga Keseimbangan Fisik 


Rangkaian kegiatan hari Jumat ditutup dengan program "Makan Bergizi Bersama". Sekolah menyadari bahwa tubuh yang sehat merupakan syarat mutlak untuk proses belajar yang optimal. Setelah lelah beraktivitas fisik membersihkan lingkungan, para siswa diajak untuk menikmati makanan sehat dan seimbang yang disediakan oleh sekolah, biasanya berupa bubur Kacang Ijo hingga nasi.


Kegiatan ini menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi tubuh sekaligus menjadi momen hangat yang mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan antarwarga sekolah.

" Melalui kegiatan ini kami berharaap dapat menciptakan ekosistem sekolah yang seimbang ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, melainkan lahir dari pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten demi terwujudnya cita-cita pembangunan yang berkelanjutan " ungkap Kepala Sekolah H. Abriansyah, S.Pd, MA